PWNA Jawa Timur Gelar Webinar Lactanacare, Ajak Orang Tua Memahami Makna Meng-ASI-hi dengan Cinta

Tangkapan layar Webinar Lactanacare PWNA Jawa Timur, Ahad (24/5/2026)

nasyiahjatim.or.id
—Dalam rangka Semarak Milad le-95 Nasyiatul Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur menggelar Webinar Lactanacare bertema “Meng-ASI-hi dengan Cinta” secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini menghadirkan Hadrah Alfina sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Khamilatus Salikhah, Anggota PWNA Jawa Timur.

Webinar ini diikuti oleh para ibu menyusui, calon orang tua, kader kesehatan, serta masyarakat umum yang antusias belajar mengenai pentingnya ASI bagi tumbuh kembang anak. Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan berbagai diskusi seputar pengalaman menyusui, tantangan ibu menyusui, hingga pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemberian ASI eksklusif.

Dalam pemaparannya, Hadrah Alfina menyampaikan bahwa meng-ASI-hi bukan sekadar aktivitas memberi makan kepada bayi, tetapi juga menghadirkan cinta, rasa aman, dan kedekatan emosional antara ibu dan anak.

Menurutnya, proses menyusui menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kesehatan fisik maupun emosional anak sejak dini.

“Menyusui bukan hanya soal nutrisi, tetapi tentang pelukan, tatapan, dan rasa nyaman yang dirasakan bayi saat berada dekat dengan ibunya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ASI memiliki kandungan nutrisi terbaik yang dibutuhkan bayi untuk mendukung pertumbuhan otak, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu perkembangan emosional anak. Selain manfaat bagi bayi, menyusui juga memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu, baik secara fisik maupun psikologis.

Dalam sesi materi, narasumber menegaskan bahwa setiap ibu memiliki perjalanan menyusui yang unik. Ada yang menjalani proses menyusui dengan lancar dan penuh kebahagiaan, namun tidak sedikit pula yang harus menghadapi tantangan seperti rasa lelah, kurang tidur, produksi ASI yang belum stabil, hingga tekanan emosional. Oleh karena itu, ibu menyusui tidak seharusnya berjalan sendirian tanpa dukungan lingkungan sekitar.

Peserta webinar juga mendapatkan edukasi mengenai faktor-faktor yang dapat menghambat hormon oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam kelancaran produksi ASI. Beberapa di antaranya adalah stres, kecemasan, kelelahan berlebihan, kurangnya dukungan keluarga, serta kondisi emosional yang tidak stabil. Narasumber mengingatkan bahwa suasana hati ibu sangat memengaruhi proses menyusui.

“Ketika ibu merasa tenang, nyaman, dan didukung, hormon oksitosin akan bekerja lebih optimal sehingga ASI lebih lancar,” ungkap Hadrah Alfina.

Selain itu, webinar juga membahas pentingnya menyusui dengan penuh kesadaran dan perhatian kepada bayi. Ibu diajak menikmati momen menyusui sebagai waktu membangun ikatan batin dengan anak, bukan sekadar rutinitas harian. Tatapan mata, sentuhan hangat, dan pelukan saat menyusui diyakini mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi bayi.

Moderator Khamilatus Salikhah memandu jalannya webinar dengan suasana santai namun penuh makna. Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait proses menyusui. Banyak peserta merasa materi yang disampaikan sangat relevan dan memberi semangat baru bagi para ibu dalam menjalani perjalanan meng-ASI-hi.

Melalui webinar Lactanacare ini, PWNA Jawa Timur berharap semakin banyak orang tua memahami bahwa setiap tetes ASI adalah bentuk cinta, nutrisi, dan harapan terbaik bagi masa depan anak. Dukungan keluarga dan lingkungan yang positif juga menjadi bagian penting dalam menciptakan proses menyusui yang sehat dan membahagiakan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa meng-ASI-hi bukan hanya tugas seorang ibu, melainkan perjalanan bersama yang membutuhkan perhatian, empati, dan dukungan dari orang-orang terdekat.

Nurul Mawaridah