![]() |
| Erfin Walida (kanan) menjadi peserta Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin |
nasyiahjatim.or.id—Erfin Walida Rahmania, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur yang membidangi dakwah, turut aktif mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwin Catin)—Samara Course yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) bekerja sama dengan Bimas Islam Kementerian Agama RI.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 22–24 Mei 2026, di BPMP Provinsi DKI Jakarta itu diikuti 46 peserta dari pimpinan pusat, berbagai pimpinan wilayah, dan daerah Nasyiatul Aisyiyah se-Jabodetabek.
Bimtek ini diselenggarakan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 1221 Tahun 2025 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Bimbingan Calon Pengantin. Melalui regulasi tersebut, seluruh fasilitator Bimwin Catin di tingkat nasional diwajibkan memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan Kementerian Agama RI.
Kehadiran Erfin dalam forum nasional ini membawa perspektif yang khas. Sebagai alumni Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) Universitas Muhammadiyah Malang, ia terlatih dalam metodologi ijtihad dan penalaran hukum Islam khas Muhammadiyah. Di sisi lain, kiprahnya sebagai kontributor Mubadalah.ID—platform kajian Islam yang mengembangkan perspektif kesalingan (mubadalah) dalam relasi gender—memperkaya pendekatannya dalam isu-isu keluarga dan perkawinan.
Keduanya menjadi bekal yang saling melengkapi, terutama dalam materi-materi bimwin yang menekankan keadilan dan kesalingan antarpasangan. Tidak mengherankan jika keterlibatannya di Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) turut mewarnai cara pandangnya dalam mensyiarkan pernikahan dengan konsep relasi setara.
PWNA Jawa Timur mengutus perwakilannya untuk persiapan penyelenggaraan Samara Course di tingkat wilayah yang direncanakan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.
Selama tiga hari penuh, peserta mendapatkan pendalaman materi dari Tim Instruktur Nasional Bimwin Catin Kemenag RI, mulai dari perspektif keadilan dan kesalingan, filosofi bimwin, teknik fasilitasi, psikologi keluarga, manajemen keuangan keluarga, kesehatan reproduksi, hingga membangun generasi tangguh bebas stunting. Kegiatan ditutup dengan sesi micro teaching untuk menguji kesiapan para fasilitator dalam menyampaikan materi secara praktis.
Bimtek ini hadir sebagai respons atas masih tingginya tantangan yang dihadapi program Bimwin Catin nasional sejak digulirkan pada 2018, termasuk keterbatasan jumlah fasilitator berkualitas dan belum meratanya akses calon pengantin terhadap bimbingan pranikah yang terstandar.
Nur Arina Hidayati, Ketua Bidang Dakwah PPNA, menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga Indonesia—mulai dari hulu, yakni persiapan pranikah yang matang dan komprehensif.
Keikutsertaan Erfin menjadi salah satu bukti nyata bahwa kader-kader Nasyiatul Aisyiyah hadir dalam ruang gerakan serta mengambil peran konkret dalam layanan keagamaan dan sosial masyarakat.
Hervina Emzulia
