Merdeka Sampah PWNA Jawa Timur Raih Penghargaan Most Impactful Ecolivelihood dalam National Call for Best Practices on Women-Led Ecolivelihood

Merdeka Sampah PWNA Jawa Timur Raih Penghargaan Most Impactful Ecolivelihood dalam National Call for Best Practices on Women-Led Ecolivelihood

nasyiahjatim.or.id
—Program Merdeka Sampah yang digerakkan oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur berhasil meraih penghargaan kategori Most Impactful Ecolivelihood dalam ajang National Call for Best Practices on Women-Led Ecolivelihood yang diumumkan pada forum Seminar Internasional Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.(16/05/2026)

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas praktik baik yang dinilai memiliki dampak nyata dalam mendorong penghidupan berkelanjutan berbasis kepemimpinan perempuan, pemberdayaan komunitas, serta penguatan ekonomi sirkular dari tingkat rumah tangga.

Dalam pengumuman yang disampaikan oleh perwakilan panelis dan tim kuratorial, proses seleksi disebut berlangsung tidak mudah. Hal ini karena setiap praktik baik yang masuk bukan sekadar program, melainkan juga kisah tentang dedikasi, kepedulian, keberanian, dan aksi kolektif yang tumbuh dari masyarakat. Tim Kurator terdiri dari Dr. Muntazimah, M.Pd, Ariati Dina Puspitasari, M.Pd, Dr. Lesti Kasiati Siregar, M.Pd, Dede Dwi Kurniasih, M.A, Fatmawati, S.Pd.

“Proses seleksi ini tidak mudah, karena yang kami temui bukan hanya program-program yang baik, tetapi juga cerita tentang dedikasi, kasih sayang, keberanian, dan gerakan kolektif yang lahir dari komunitas,” demikian disampaikan Muntazimah dalam pengumuman penghargaan tersebut.

Program Merdeka Sampah PWNA Jawa Timur dinilai menunjukkan dampak luar biasa melalui pelibatan komunitas secara inklusif dan praktik ekonomi sirkular. Gerakan ini berhasil mengubah persoalan sampah rumah tangga menjadi peluang edukasi, pemberdayaan, dan manfaat ekonomi bagi keluarga serta masyarakat.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Merdeka Sampah mendorong masyarakat untuk memilah, mengelola, dan mengolah sampah menjadi produk bernilai. Praktik sederhana yang dimulai dari rumah tangga tersebut berkembang menjadi gerakan yang memberi manfaat lingkungan sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi perempuan dan kelompok masyarakat yang beragam.

Ketua PWNA Jawa Timur, Desi Ratna Sari, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan Most Impactful Ecolivelihood menjadi peneguh bahwa gerakan perempuan yang dibangun dengan kepedulian dan keberlanjutan mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, penghargaan Most Impactful Ecolivelihood dalam ajang National Call for Best Practices on Women-Led Ecolivelihood ini menjadi ikhtiar kolektif yang patut disyukuri. Penghargaan ini sebagai peneguh bahwa gerakan perempuan, ketika dibangun dengan kepedulian dan keberlanjutan, mampu menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat,” ujar Desi.

Desi menegaskan, Program Merdeka Sampah yang digerakkan oleh PWNA Jawa Timur lahir dari kesadaran bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan dan peradaban. Gerakan ini diwujudkan melalui berbagai langkah, mulai dari memilah sampah, mengedukasi keluarga, menguatkan ekonomi berbasis lingkungan, hingga membangun budaya hidup berkelanjutan.

“Dari memilah sampah, mengedukasi keluarga, menguatkan ekonomi berbasis lingkungan, hingga membangun budaya hidup berkelanjutan, seluruhnya menjadi gerakan kecil yang jika dilakukan bersama akan menghadirkan perubahan besar,” tambahnya.

Ia berharap capaian ini dapat menjadi penyemangat untuk terus menumbuhkan gerakan ecolivelihood yang lebih luas, menguatkan kemandirian perempuan, serta mewariskan bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

“Karena bagi kami, Merdeka Sampah bukan hanya program, melainkan budaya hidup dan wujud cinta terhadap kehidupan,” ungkap Desi.

Lebih lanjut, Desi menyebut penghargaan ini sebagai kado milad yang dipersembahkan untuk seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah di berbagai daerah di Jawa Timur yang terus bergerak dan berdampak.

“Penghargaan ini menjadi kado milad yang kami persembahkan untuk seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah di berbagai daerah di Jawa Timur yang terus bergerak dan berdampak. Para perempuan muda yang tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Lingkungan dan PUSINTEK PWNA Jawa Timur, Zahrotul Janah, menyampaikan bahwa Merdeka Sampah menjadi bagian dari upaya merefleksikan Pilar Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah. Menurutnya, gerakan ini membuktikan bahwa organisasi dan komunitas dapat menjadi ruang tumbuh bersama dalam aksi-aksi lingkungan.

“Merdeka Sampah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur ingin merefleksikan Pilar Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah. Ini menjadi ikhtiar bersama sekaligus pembuktian bahwa organisasi atau komunitas bisa menjadi ruang tumbuh bersama dalam aksi-aksi lingkungan. Cegah sampah berjamaah,” ujar Zahrotul.

Penghargaan Most Impactful Ecolivelihood menjadi pengakuan atas kontribusi Merdeka Sampah dalam membangun model gerakan lingkungan yang tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga pada penguatan kapasitas komunitas, perubahan perilaku, dan penciptaan nilai ekonomi dari praktik ramah lingkungan.

Merdeka Sampah selama ini menjadi salah satu gerakan unggulan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur dalam membangun kesadaran ekologis, menguatkan peran perempuan sebagai edukator lingkungan, serta mendorong lahirnya budaya hidup berkelanjutan. Program ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas dalam mengembangkan praktik pengelolaan sampah yang inklusif, aplikatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Merdeka Sampah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi gerakan perempuan muda di berbagai daerah untuk terus menghadirkan solusi lingkungan yang membumi, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Merdeka Sampah merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur untuk mendorong gaya hidup minim sampah dalam kegiatan organisasi, pengelolaan sampah rumah tangga, edukasi lingkungan, serta penguatan ekonomi sirkular berbasis komunitas. Gerakan ini menempatkan perempuan, keluarga, dan komunitas inklusif sebagai aktor penting dalam membangun perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih ramah lingkungan.

Hervina Emzulia