| Suasana Pembukaan Musykerwil 2 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Umsura (26/4/2026) |
nasyiahjatim.or.id—Perempuan muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) 2 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur yang diselenggarakan pada Ahad, 26 April 2026 atau bertepatan dengan 9 Dzulqa’dah 1447 H, bertempat di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Sutorejo No. 59 Surabaya.
Mengusung tema “Gerakan Perempuan Muda Jawa Timur untuk Masa Depan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas, konsolidasi, serta arah gerakan perempuan muda di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan lingkungan yang semakin kompleks.
Perempuan muda dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga proaktif dalam merespons berbagai tantangan zaman, mulai dari isu kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kesetaraan gender, hingga krisis lingkungan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Moh. Mudzakkir, serta Ketua Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur Desi Ratna Sari.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan kuat terhadap peran strategis perempuan muda dalam pembangunan daerah.
Musykerwil II tidak hanya menjadi forum formal organisasi, tetapi juga ruang refleksi dan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan. Dalam forum ini, peserta melakukan peninjauan terhadap capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi baru yang lebih relevan dan berkelanjutan.
Agenda utama Musykerwil 2 meliputi penetapan tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil), pembentukan tim materi, panitia pemilihan, serta tim verifikasi keuangan. Selain itu, dibahas pula berbagai kebijakan strategis menjelang Muktamar Nasyiatul Aisyiyah yang rencananya akan diselenggarakan di Surakarta, Agustus 2026 nanti.
Menariknya, kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai agenda pendukung yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya adalah launching Rumah Aman SAHARA (Sahabat Aduan dan Ruang Aman Nasyiah), yang menjadi wujud nyata komitmen organisasi dalam memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. Selain itu, terdapat pula seminar kesehatan yang membahas pentingnya ketahanan kesehatan perempuan di era modern.
Tidak hanya itu, dalam rangkaian kegiatan juga diselenggarakan Temu APUNA (Asosiasi Pengusaha Nasyiatul Aisyiyah) Jawa Timur yang mengangkat tema “Sisterpreneur: Inovasi Pemasaran Digital untuk Peningkatan Daya Saing UMKM Perempuan di PWNA Jawa Timur”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai bidang, mulai dari praktisi perbankan, akademisi, hingga pakar desain komunikasi visual.
Melalui forum APUNA ini, perempuan muda didorong untuk meningkatkan kapasitas dalam bidang kewirausahaan, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk UMKM. Hal ini sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Peserta Musykerwil 2 terdiri dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah se-Jawa Timur. Kehadiran peserta dari berbagai daerah ini memperkuat sinergi dan soliditas gerakan perempuan muda di tingkat regional.
Melalui Musykerwil 2 ini, diharapkan lahir gagasan, kebijakan, serta program kerja yang tidak hanya responsif terhadap kondisi saat ini, tetapi juga visioner dalam menjawab tantangan masa depan. Forum ini juga menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjadikan perempuan muda sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna gerakan menuju masyarakat yang berkemajuan dan berkeadilan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, perempuan muda Jawa Timur diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan perubahan positif. Musykerwil 2 ini pun menjadi bukti nyata bahwa perempuan muda tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Nurul Mawaridah