![]() |
| Angkat Tumbler sebagai Kampanye Upaya Minim Plastik |
nasyiahjatim.or.id—Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam gerakan peduli lingkungan melalui program Merdeka Sampah. Dalam pelaksanaan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) 2 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Ahad (26/4/2026), upaya konkret dilakukan untuk menekan potensi timbulan sampah dari aktivitas kegiatan.
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 250 peserta dan penggembira ini berhasil mencegah timbulan sampah hingga sekitar 1.750 item. Angka tersebut merupakan estimasi dari potensi sampah yang umumnya muncul dalam kegiatan serupa, seperti botol air mineral sekali pakai, kotak makanan ringan, serta berbagai kemasan makanan sekali pakai lainnya.
Melalui pendekatan edukatif dan sistem yang terencana, panitia Musykerwil II menerapkan sejumlah strategi minim sampah. Seluruh peserta diimbau untuk membawa tumbler pribadi sebagai pengganti botol air minum sekali pakai. Selain itu, peserta juga diminta membawa kotak makan sendiri untuk mengambil makanan ringan, sehingga menghilangkan kebutuhan kemasan tambahan. Untuk konsumsi makan siang, panitia menyediakan sajian dalam bentuk prasmanan, yang secara signifikan menekan penggunaan bungkus sekali pakai.
Gerakan ini merupakan bagian dari implementasi program Merdeka Sampah yang terus dikembangkan PWNA Jawa Timur. Program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui edukasi dan pembiasaan. Dalam berbagai kegiatan, Merdeka Sampah menghadirkan aksi nyata, seperti pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme dan pupuk organik cair, pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna, hingga kampanye penggunaan produk ramah lingkungan, seperti loofah sebagai pengganti spons plastik.
Wakil Ketua PWNA Jawa Timur Bidang Lingkungan dan PUSINTEK, Zahrotul Janah, menegaskan pentingnya langkah preventif dalam setiap kegiatan organisasi. “Upaya pencegahan potensi sampah dalam setiap kegiatan Nasyiatul Aisyiyah hingga tingkat ranting merupakan kewajiban yang harus dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar kita dalam merawat bumi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa persoalan sampah tidak hanya terbatas pada kemasan sekali pakai. Sampah sisa makanan menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu segera diatasi.
“Kader Nasyiah juga harus menjadi bagian dalam mencegah potensi sampah sisa makanan. Kebiasaan mengambil makanan berlebihan, tetapi tidak mampu menghabiskannya, harus diubah,” tegasnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kegiatan organisasi tetap dapat berjalan dengan baik tanpa menghasilkan beban lingkungan yang besar. Bahkan, angka pencegahan sampah tersebut berpotensi terus meningkat seiring dengan berkembangnya inovasi serta penerapan teknis yang lebih detail dalam menggantikan penggunaan material sekali pakai di setiap kegiatan.
Dengan semangat kolektif dan kesadaran bersama, Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur terus menguatkan peran perempuan sebagai garda terdepan dalam gerakan keberlanjutan, dimulai dari ruang-ruang sederhana hingga forum-forum besar organisasi.
Hervina Emzulia
