| Peluncuran SAHARA (Sahabat Aduan dan Aman Nasyiah) PWNA Jawa Timur di Umsura, Ahad (26/4/2026) |
nasyiahjatim.or.id—Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Timur resmi meluncurkan SAHARA (Sahabat Aduan dan Aman Nasyiah) dalam pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) 2 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Ahad (26/4/2026). Layanan ini hadir sebagai respons atas tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur yang saat ini menempati peringkat kedua secara nasional.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Moh. Mudzakkir, serta Ketua PWNA Jawa Timur Desi Ratna Sari.
Dalam sambutannya, Emil Dardak menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai SAHARA sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “Saya baru datang sudah disuguhi peluncuran SAHARA. Ini cukup relevan. Melalui layanan ini, korban dapat menceritakan masalahnya dengan lebih nyaman. Namun, diperlukan proses bertahap agar layanan ini dapat berjalan secara tuntas,” ujarnya.
Sesuai dengan namanya, SAHARA diproyeksikan menjadi “oase” atau ruang aman yang menyediakan layanan pendampingan hukum dan psikologis secara profesional. Layanan ini juga berkomitmen untuk menghapus budaya victim blaming (menyalahkan korban), sehingga para penyintas lebih berani bersuara dan melaporkan kasus yang dialami.
Sebagai pusat koordinasi bagi seluruh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) se-Jawa Timur, SAHARA akan berperan sebagai mitra strategis bagi berbagai instansi, mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK), kepolisian melalui unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Sosial, hingga Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Aisyiyah.
Tim penyusun program menegaskan bahwa kehadiran SAHARA merupakan bentuk dukungan moral sekaligus nyata bagi para korban. “Kamu tidak sendiri, kami ada di sini,” ungkap perwakilan tim saat menjelaskan komitmen sistem pendampingan SAHARA yang sensitif terhadap kondisi psikologis penyintas.
Ke depan, PWNA Jawa Timur menargetkan setiap kader Nasyiatul Aisyiyah menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melindungi hak-hak perempuan dan anak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Program ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelindungan berbasis komunitas yang berkelanjutan di Jawa Timur.
Fazat Azizah